October 28, 2026

Unusa Water, Solusi Inovatif Pengelolaan Air Bersih – RADARNASIONAL.ID

Read Time:2 Minute, 32 Second

Surabaya, Radarnasional.id – Selain melakukan deklarasi menuju kampus bebas sampah plastik, di Hari Lahir (Harlah) ke-11 tahun pada 2 Juli 2024, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) juga meluncurkan Unusa Water sebagai solusi inovatif untuk pengelolaan air bersih dan incinerator untuk solusi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah di pondok pesantren (ponpes).

“Unusa Water dirancang untuk memurnikan berbagai jenis air seperti air selokan, sungai, rawa, dan sumur menjadi air layak konsumsi atau keperluan sehari-hari. Dibandingkan dengan metode tradisional yang hanya mengurangi lumpur tanpa mencapai standar kualitas air yang baik, Unusa Water menjanjikan hasil yang lebih baik dan aman,” kata , Ketua Center For Environmental Health of Pesantren (CEHP) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unusa, Achmad Syafiuddin, Ph.D, Selasa (2/7/2024).

Dijelaskannya, teknologi ini bekerja melalui tiga konsep utama; filtrasi, adsorpsi, dan disinfeksi bakteri menggunakan sistem UV.

“Proses filtrasi dan adsorpsi bertanggung jawab untuk menghilangkan partikel dan kontaminan, sementara sistem UV memastikan air bebas dari bakteri berbahaya. Kesederhanaan teknologi ini membuatnya mudah dioperasikan dan dirawat, bahkan oleh masyarakat awam. Salah satu keunggulan signifikan Unusa Water adalah kemampuan untuk mengolah air dari sumber yang sangat tercemar menjadi air bersih yang layak minum,” ungkapnya.

Sedang untuk peluncuran insenerator, katanya hadir dari keprihatinan para peneliti di CEHP Unusa terhadap masalah pengelolaan sampah yang tidak memadai di pondok pesantren.

“Tujuan utamanya untuk menyediakan solusi efektif dan ramah lingkungan dalam pengelolaan sampah, khususnya di lingkungan pondok pesantren yang sering menghadapi kendala dalam pengelolaan limbah rumah tangga,” kata Syafiuddin, yang namanya tercatat sebagai dua persen peneliti top dunia yang dirilis oleh Elsevier dan Stanford University.

Unusa insinerator memiliki keunggulan signifikan dibandingkan dengan incinerator konvensional. Sistem pembakaran dirancang agar tidak mengeluarkan asap, sehingga relatif tidak mencemari lingkungan. Sampah dibakar secara maksimal di dalam tungku, kemudian asap dilewatkan melalui pipa berisi air untuk menurunkan suhu.

Setelah itu, asap disemprot dengan air sehingga semua partikel asap larut dalam air dan ditampung menjadi pupuk cair jika sampah yang dibakar adalah organik.

Syafiuddin menambahkan, pada tahap awal, Unusa Insinerator menargetkan pengelolaan sampah rumah tangga di pesantren.

“Kami terus mengembangkan sistem ini agar dapat digunakan untuk berbagai jenis limbah, termasuk limbah medis,” ungkapnya.

Syafiuddin menjelaskan, keuntungan utama dari penggunaan Unusa Insinerator adalah dampak positifnya terhadap lingkungan.

“Dengan tidak mengeluarkan asap, sistem ini membantu mengurangi polusi udara dan memberikan solusi pengelolaan limbah yang lebih bersih,” jelasnya. (afp)

 



Source link

About Post Author

Redaksi

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous post Pengusaha Surabaya Minta Perlindungan Hukum Ke Pengadilan, Ini Penyebabnya – RADARNASIONAL.ID
Next post Pesta Rakyat HUT Bhayangkara di Monas Berjalan Sukses, PLN Jaga Keandalan Listrik
Close