Kolaborasi SAC dan IYSA, 16 Negara Unjuk Inovasi di WYIIA dan NYIIA 2025 – RADARNASIONAL.ID
Surabaya, Radarnasional.id – Dunia pendidikan Jawa Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Melalui kolaborasi antara Student Achievement Center (SAC) dan Indonesia Young Scientists Association (IYSA), digelar ajang World Youth Invention and Innovation Awards (WYIIA) dan National Youth Invention and Innovation Awards (NYIIA) 2025, Jumat (17/10/2025).
Ajang prestisius ini menjadi wadah bagi pelajar dan peneliti muda dari berbagai negara untuk menampilkan karya inovatif di bidang sains, teknologi, dan sosial humaniora. Total 354 tim dari 16 negara berpartisipasi, di antaranya dari Indonesia, Hong Kong, Bangladesh, Thailand, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, Arab Saudi, Vietnam, Filipina, Iran, Turki, Rumania, Turkmenistan, Kazakhstan, dan Meksiko.
“Ajang ini menunjukkan bahwa pelajar kita memiliki daya saing global. Mereka bukan hanya cerdas berpikir, tetapi juga berani berinovasi dan berkolaborasi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat memberikan sambutan.
Penganugerahan WYIIA dan NYIIA 2025 turut dihadiri sejumlah tokoh penting dunia pendidikan, di antaranya President IYSA Denny Irawan, M.Pd, President MIICA Mr. Ganesan Jayabalan, Chief of Judge Assoc. Prof. Dr. Soeharjupri, M.Si, serta Prof. Dr. Ir. Williyanto Anggoro, ST., M.Sc.
Selain kompetisi internasional, SAC juga menyelenggarakan Lomba Desain Poster yang diikuti 62 peserta, serta Lomba Penyusunan Proposal Sosial Humaniora sebagai bentuk dukungan terhadap kreativitas lintas bidang.
Tahun 2025 menjadi momentum istimewa bagi SAC karena menandai satu tahun berdirinya lembaga tersebut di bawah naungan Dinas Pendidikan Jawa Timur. Selama setahun, SAC telah menjadi motor penggerak dalam pengembangan potensi akademik dan kreativitas siswa.
Kadindik Aries Agung Paewai menegaskan bahwa kehadiran SAC bukan sekadar wadah lomba, tetapi juga instrumen pembentukan ekosistem prestasi di kalangan pelajar Jawa Timur.
“Tujuan kami bukan hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga menciptakan budaya kompetitif yang positif. Kami ingin prestasi itu menular ke teman-teman lain agar semakin banyak siswa tumbuh percaya diri dan berani berprestasi,” terang Aries.
Ia menjelaskan, ada tiga fokus utama pembentukan SAC, yakni Pemerataan prestasi siswa di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Peningkatan semangat kompetisi dan rasa percaya diri siswa. Penguatan kompetensi guru sebagai pelatih dan pembimbing prestasi siswa.
Dengan ekosistem yang mendukung, Aries berharap setiap sekolah dapat menjadi ruang tumbuhnya inovasi dan kolaborasi. “WYIIA dan NYIIA bukan hanya lomba, tapi refleksi semangat pendidikan yang menekankan kolaborasi, inovasi, dan budaya berprestasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Aries juga berpesan kepada para guru dan kepala sekolah agar terus memberikan dukungan terhadap kreativitas siswa. Menurutnya, peran guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga mentor inspiratif yang menumbuhkan semangat berinovasi.
“Fasilitasi kebutuhan belajar dan berkreasi siswa, berikan apresiasi bagi yang berprestasi, serta ciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan menghargai kreativitas,” ujarnya.
Aries menegaskan, Dinas Pendidikan Jawa Timur berkomitmen menjadikan budaya prestasi sebagai tradisi sekolah. “Dengan semangat itu, kami ingin Jawa Timur terus menjadi provinsi pencetak generasi muda yang unggul, kreatif, dan berdaya saing global,” pungkasnya. (Abi)

Average Rating